Serba serbi pengalaman mengurus visa korea selatan untuk liburan 10 hari

Published Oktober 22, 2018 by aderuhime

Annyeong~

Mau trip ke korea selatan tp takut kejegal di pembuatan visa?

Hmm simak dulu pengalaman saya berikut ini~

 

So, guys~ saya ga nyangka banget-banget tahun ini akan dikasih kesempatan untuk pergi ke korea selama 10 hari~ karena seperti yang kalian baca di beberapa post ku sebelumnya, aku gagal mendapatkan beasiswa KGSP (beasiswa dari pemerintah korea selatan) di awal tahun 2018 ini… Mama saat itu menghibur dengan bilang… “mungkin belum jodohnya kamu kesana untuk kuliah, tp siapa tau kamu tahun ini tetap pergi kesana untuk tujuan yang lain, sembari persiapan kamu untuk memantapkan hati belajar disana”

Memang doa orang tua mujarab sekali… Suatu hari (tgl 14 juli 2018) aku liat ada promo dari royal brunei airlines start from 3.5jt pp jakarta-seoul, aku saat itu langsung ngabarin devi, teman perjalanan ku kali ini… Ga disangka devi langsung beli tiket untuk tanggal 9 – 18 oktober 2018 dan detik itu juga kami panik persiapan visa dll karena tak disangka waktunya mepet (3 bulan saja)😅😅😅

/beli dulu baru panik, jgn ditiru yaa/ XD

 

Kembali ke persoalan pembuatan visa, kami langsung searching syarat-terbaru dokumen aplikasi visa (kebetulan yg kami butuhkan visa single dengan waktu kunjungan dibawah 90 hari) sesuai Web kedubes korea selatan

Berikut persyaratan dokumen sesuai dengan website kedutaan tersebut: 

● Dokumen Persyaratan dan Susunan Dokumen:

1. Formulir Aplikasi Visa (foto langsung ditempel pada kolom foto)
: Isi Formulir dengan lengkap

2. Paspor Asli dan Fotokopi Identitas Paspor (paspor lama jika ada)
: Jika sudah pernah mengunjungi Amerika atau Negara OECD lampirkan fotokopi visa Negara tersebut

※ Selain Visa Negara OECD, tidak perlu melampirkan fotokopi Visa

3. Surat Keterangan Kerja atau Surat Keterangan Mahasiswa (Asli)
– Pelajar/Mahasiswa : Surat Keterangan Mahasiswa/pelajar dalam bahasa Inggris
– Karyawan  : Surat Keterangan Kerja dalam bahasa Inggris
– Wiraswasta : Fotokopi SIUP

4. Dokumen Keuangan: Rekening Koran, Bukti Potong Laporan Pembayaran Pajak (SPT) atau Slip Gaji
– Pelajar/Mahasiswa wajib melampirkan Rekening Koran Orang Tua
– Ibu Rumah Tangga ataupun yang tidak bekerja dan tidak memiliki rekening koran pribadi, wajib melampirkan rekening Koran Suami/Istri.

5. Fotokopi Kartu Keluarga
●  Jika ada pengundang pribadi ataupun perusahaan pengundang, wajib melampirkan tambahan dokumen dibawah ini

6. Surat Undangan, Fotokopi SIUP Perusahaan Pengundang, Surat Jaminan, Fotokopi Identitas Pengundang

7. Tujuan untuk belajar, lampirkan Certificate of Admission

8. Tujuan dengan waktu tinggal lebih dari 90 hari, lampirkan Certificate of Health dari Rumah Sakit yang telah ditunjuk oleh Kedubes Korea.

※ Tiket Pesawat dan reservasi tempat menginap bukan persyaratan dan tidak perlu dilampirkan

※ Dokumen di atas wajib disusun sesuai urutan dan distreples dengan rapi.

 

 

Lalu, apa saja yg saya lampirkan saat pengajuan visa?

1. Formulir aplikasi yg sudah diisi lengkap (nanti saya buat sendiri post soal pengisiannya, jangan lupa! Khusus form aplikasi harus di print dikertas ukuran A4 yang 80gram, bukan 70gram, selain form Aplikasi semuanya saya fotocopy di kertas A4, 70gram) + tempel foto ukuran 3.5 cm x 4.5 cm dengan background putih langsung di kolom yg disediakan, dan jangan lupa sediakan satu lembar foto lagi yg tidak di tempel karena pasti diminta (jadi cetaklah 2-3 lbr foto dengan ukuran tersebut)… Yang tanya apakah saya pakai studio foto atau selfie? Jawabannya “selfie” XD  maklum anak backpacker, ngurus visa pun tetap seminimal mungkin pengeluarannya, saya cetak di tempat cetak foto dekat rumah sekitar 1.000 rupiah per lembarnya + edit background jd putih tambah 5.000 rupiah, total cetak 4 lbr + edit hanya 9000 rupiah.

 

Application form for visa + photo + visa stamp

 

2. Passport asli + foto copy passport bagian identitas dan visa jepang & singapore.

3. Berhubung saya seorang budak corporate karyawati swasta, jadi langsung minta ke bagian HRD untuk dibuatkan surat keterangan kerja dalam bahasa inggris dan tidak lupa berisi keterangan nama traveler sesuai passport (soalnya nama saya di KTP sama passport beda, yang KTP cuma 2 suku kata, yang passport ditambah nama papa jadi 3 suku kata), jabatan/posisi traveler di kantor, no passport, dan keterangan bahwa mereka menjamin kita akan kembali pulang ke tanah air dan tidak mencari pekerjaan disana.

4. Dokumen keuangan (nah ini nih yg tricky) saya submit rekening koran 3 bulan terakhir (Juni 2018 – 19 Sept 2018) *tanpa surat referensi bank* + SPT 21 *tanpa slip gaji* , “emang boleh mba?” setidaknya itu yang saya tangkap dari keterangan di website kedubes, jadi bismillah aja, dan ternyata approved, hehe~  si rekening koran ini agak drama pembuatannya, pasalnya… Buku tabungan BNI saya hilang… Jadi saya harus urus dulu itu buku tabungan sekitar 2 minggu sebelum cetak rekening koran (post mengenai pembuatan buku tabungan yang hilang tersedia disini), dan tadaah~~~ terbitlah rekening koran dengan biaya cetak 2000 rupiah per lembar (jgn lupa minta customer service nya stamp + ttd di setiap lembarnya ya)…. Terus katanya ga boleh ada dana fantastis kan ya? Hal ini terjadi pada saya tapi kenyataannya visa tetap approved kok 😅 (kalau bisa sih jgn ditiru, kalau bisa…). Saya apply visa tgl 20 sept 2018 dan pada 18 september 2018 mengalirlah dana 5jt rupiah ke rekening saya, dan begitu pula pada tgl 19 september 2018 mengalirlah dana sebesar 3jt rupiah… Total saat saya print rekening koran pada tgl 19 september 2018 sekitar 12jt rupiah.

5. Fotocopy kartu keluarga

6. Reservasi tiket pesawat dan airbnb (dikembalikan sama mba yang jaga loket kedubes karena katanya bukan persyaratan jadi tidak perlu)

7. Fotocopy KTP, NPWP, ID Card kantor dalam satu lembar A4 yang sama (ini diterima dan ga dibalikin)

 

Proses pengajuan pas di kedubesnya gimana sih?

Daftar harga visa stamp untuk visa korea selatan

Jadi, tgl 20 sept 2018 saya pergi ke kedutaan korea, jam 9 pagi udah sampe sana, turun halte tegal parang kalau naik transjakarta, harus jalan kaki sedikit kira-kira 400m. Saat masuk gerbang langsung menuju KEB hana bank yang ada di areal depan kedutaan untuk bayar stamp visa sebesar 576.000 rupiah (harga visa stampnya 40 USD = mereka menggunakan rate 14.400 rupiah per USD saat itu, krn harga dollar yang sedang naik turun)

*(iya, jadi kita mesti bayar visa stamp dulu baru diizinkan masuk ke gedung kedutaan tempat apply visa nya, mana rate lagi tinggi2nya, sis),

*kalau kamu mau tukar won juga bisa di keb hana bank ini, make sure bawa ktp yaa~.

 

Setelah bayar stamp visa, masuklah kita ke dalam gedung kedutaan, dan diperiksa identitasnya. Saat masuk ke ruangan yang banyak bangku-bangku dan orang yg tunggu dipanggil ke loket, mintalah no antrian ke satpam di meja sebelah kanan dari pintu (di meja pak satpam juga disediakan lem untuk tempel stamp visa tepat dibawah fotomu di formulir aplikasi), dan tunggulah dengan tenang sampai nomer antrian mu di panggil/muncul di layar digital diatas loket, ketika dipanggil langsung serahkan berkas dan mba yang jaga akan mengecek kelengkapan berkas kita. Jika sudah ok semua, akan diberikan lembar tanda terima yang akan dipakai untuk pengambilan visa nanti, awas ya jangan sampai hilang~ selain itu kita juga akan diberi informasi bahwa ada kemungkinan selesai dalam 6 hari kerja, dan diminta mengecek ke website yang tertulis di tandaterima lengkap dengan cara mengeceknya.

 

PENGECEKAN VISA VIA WEBSITE KEDUBES

 

Ceritanya mulai ga sabaran, sekitar 24 sept ku coba cek ke website, dan hasilnya tertulis “under review” wadoo TTwTT semoga lolossssss. Ditanggal 26 Sept, Devi ngabarin via whatsapp kalau visanya sudah ‘approved’ dan kasih tanda terimanya ke aku supaya aku bisa ambil barengan nanti. Kemudian pas cek lagi ditanggal 27 Sept…… jeng jeng jengggggg~

Yeayy visa korea ku jadi~~

Visa saya “Approved” saudara-saudara TTwTT ga sia-sia perjuangan beberapa bulan terakhir ini, terima kasih untuk orangtua, kk, teman-teman, tante, dan pak boss yang sudah membantu perlancar perjuangan mengurus visa ini~~.

 

Total biaya selama urus visa single korea selatan = (Rp.618.500,-) :

– biaya visa stamp = Rp.576.000,-

– cetak rekening koran (12 lbr x 2000) = Rp.24.000,-

– biaya bolak balik urus dan ambil visa (kantor (daerah kuningan) – kedutaan) = 3500+3500+3500+8000 = Rp.18.500,-

Iklan

PENGALAMAN MENGURUS BUKU TABUNGAN BNI YANG HILANG (BUKU TABUNGAN SAJA, ATM ADA)

Published September 12, 2018 by aderuhime

Kurang lebih 2 minggu yang lalu (Bulan Agustus 2018), saya bongkar-bongkar lemari demi mencari buku tabungan BNI saya, karena saya butuh untuk persyaratan print rekening koran (untuk visa), setelah heboh cek dari satu lemari ke lemari lain, satu koper ke koper lain… pasrah lah saya, lalu segera googling cara mengurus buku tabungan yang hilang…

Berikut yang diperlukan untuk mengurus buku tabungan yang hilang:

1. Kartu ATM (kalau ada, dalam kasus saya ATM nya ada, bukunya aja yang ilang)
2. KTP (asli)
3. No Rekening dari buku tabungan yang hilang
4. Surat Keterangan Hilang dari kepolisian

Yes, syarat ke 4 agak membuat malas karena harus mampir dulu ke polsek untuk membuatnya. Saya tanya-tanya ke temen-temen yang pernah ngalamin dan buat surat kehilangan ini, katanya sih proses buatnya cepet banget dan kalaupun dikenain biaya paling antara 10-20rb, ga sampe 50rb pokoknya.

Jadilah disuatu pagi yang cerah sekitar jam 7:25 saya udah nongol ke polsek terdekat dari rumah. Di depan polsek kebetulan ada yang lagi nyapu, jadi saya tanya dulu sudah buka atau belum dan langsung dipersilakan masuk oleh si bapak yang sedang menyapu tadi.

Saat melangkahkan kaki ke dalam polsek, saya langsung bilang mau buat surat laporan kehilangan, dan digiring masuk ke sebuah ruangan dimana di ruangan itu udah menunggu 2 bapak polisi dengan PC nya. Saya diminta menunjukkan KTP, ditanyakan buku tabungan dari bank apa yang hilang, no rekeningnya dan kantor cabang tempat membuat buku tabungan tersebut. Setelah itu langsung di print dan saya tandatangani.

Udah? Iya udah, saya juga kaget, ga dimintain bayar apapun, prosesnya pun cepat banget, ga ngantri pula karena saya orang paling pertama yang dateng ke polsek itu kayaknya hehehe.

Segera setelah surat keterangan hilang dari kepolisian sudah di tangan, saya langsung pergi ke kantor, kebetulan di lobby kantor ada kantor cabang pembantu bank BNI, katanya sih kalau mau terbitin ulang buku tabungan kita harus ke tempat yang buatnya ya? nah ini iseng-iseng coba peruntungan, karena repot aja buat keluar-keluar dari gedung kantor lagi. Saat dilayani sama customer service saya langsung mengeluarkan KTP, Surat keterangan hilang, dan kartu ATM.

CS nya sempet bilang kalau mereka ga bisa menerbitkan ulang buku tabungan, jadi saya harus buat rekening baru. Tapi saya keukeuh, karena tabungan ini buat bikin visa, dan juga rekening gaji dari kantor jadi ga bisa sembarangan ganti no rekening…. akhirnya si mba CS ngangguk dan bersedia ngeluarin buku baru untuk rekening saya. Ga lama kok, paling sekitar 15-25 menit prosesnya, saya udah dapat buku tabungan yang baru dengan no rekening saya yang lama.

Bikin buku tabungan baru katanya bayar kan ya? Sekali lagi saya mematahkan yang diinfokan oleh internet, secara cash saya tidak dimintakan biaya apapun untuk penggantian buku, saya cek ke tabungan juga tidak ada yang berkurang (?). Apakah saya hanya beruntung (?) mungkin saja jalan saya sedang dipermudah saat mengurus buku tabungan ini. Semoga terus dipermudah sampai visa korea saya keluar dan sampai + pulang dengan selamat dari korea, Amin.

PENGALAMAN MENDAFTAR BEASISWA KGSP FOR GRADUATE DEGREE 2018 (1st Attempt) #KGSPSTORY

Published April 5, 2018 by aderuhime

Iya, kalian ga salah baca, seorang adel akhirnya memberanikan diri untuk mendaftar beasiswa untuk lanjut kuliah master. Keputusan ini saya ambil setelah saya mulai mengalami syndrome kebosanan akan dunia kerja yg begitu-begitu saja selama 5 tahun belakangan ini (cie, kerja baru di satu tempat doang padahal #plak).

Lalu kenapa memilih KGSP? Apa sih KGSP? 

Jadi KGSP itu singkatan dari Korean Government Scholarship Program, beasiswa ini dimaksudkan untuk mendorong pertukaran pelajar internasional ke Korea. Kenapa pilih KGSP, karena program ini meng-cover semua kebutuhan pelajar selama melaksanakan kegiatan belajar di Korea seperti:

  • Tiket pesawat = 1 kali saat keberangkatan ke korea dan 1 kali saat lulus dari universitas di korea (yang berhenti ditengah-tengah beasiswa ga dikasih tiket pesawat balik)
  • Settlement Allowance: 200,000 KRW (Diberikan sekali saat pertama datang ke Korea)
  • Monthly Allowance (uang bulanan)
    – Degree Program-Master’s atau Doctoral: 900,000 KRW per bulan
    – Research Program: 1,500,000 KRW per bulan
  • Research Allowance
    – Liberal Arts and Social Science Majors: 210,000 KRW per semester
    – Natural Science and Engineering Majors: 240,000 KRW per semester
  • Language Training Fees: Fully covered
  • Degree Tuition: Fully covered
    – The tuition up to maximum 5million KRW is covered by NIIED, and the amount that exceeds 5 million KRW will be covered by the scholar’s university
    – The KGSP scholars are waived from the university’s admission fees.
  • Thesis (Dissertation) Printing Fee Reimbursement
    – Harga yang tertera di kwitansi/bon/receipt akan di reimburse (Submission of receipt required)
    – Maximum jumlah yang bisa direimburse per orang adalah 500,000 KRW untuk jurusan Liberal Arts and Social Science dan 800,000 KRW untuk jurusan Natural Science & Technology and Arts, Music and Sports.
  • Medical Insurance: 20,000 KRW per bulan
  • Grants for high Korean Proficiency: 100,000 per bulan
    – This special funding is given to KGSP scholars with TOPIK level 5 or 6 (diberikan kepada peserta yang memiliki TOPIK level 5 atau 6)
  • Degree Completion Grants: 100,000 KRW (diberikan sekali)
    – Offered to the KGSP scholars who return to their home countries after completing their degree coursework under the scholarship program (diberikan kepada peserta KGSP yang kembali ke negara asal setelah menyelesaikan studinya)
    – NOT offered to the KGSP schoalrs who decide to remain in Korea after the completion of their degree coursework (tidak diberikan kepada peserta KGSP yang memutuskan untuk menetap di Korea setelah masa studi berakhir)
     Language Training Fees, Degree Tuition, Thesis (Dissertation) Printing Fee, and Grants for high Korean Proficiency (TOPIK level 5 or 6 achievers) are ONLY given to degree pursuing scholars

 

Terus? Kamu ditahap mana saat ini? Apa aja yang udah dikerjain?

Jadi gini kawan-kawan, saat ini saya sedang menunggu pengumuman tahap pertama dari universitas (per hari ini, 14 Maret 2018). KGSP ini ada dua cara untuk mendaftar, yaitu via jalur kedutaaan Korea (embassy) dan jalur Universitas, dan saya memilih jalur universitas / university track, karena selain deadline yang lebih lama (deadline embassy tanggal 2 Maret 2018, kampus yang saya pilih (KAIST) deadlinenya tanggal 9 Maret 2018), saya juga baru tahu beasiswa KGSP sudah dibuka kurang dari 2 minggu sebelum deadline universitas yang saya mau /cry/ jadilah 2 minggu lalu saya pontang-panting ke kampus untuk legalisir transkrip nilai dan ijazah, ke notaris untuk legalisir copy passpor saya dan mama, sampai menghubungi sworn translator untuk translate KTP papa (iya, papa ku belum punya passpor jadi demi bisa dibaca sama committee di korea sana, saya harus translate  KTP nya dulu, dikirim ke sworn translator via email/wa dan membayar senilai 80rb selembar (inc ongkir jne yes dan sampai besokan sorenya) demi melengkapi semua persyaratan. Sampai akhirnya senin minggu lalu (5 Maret 2018) saya mengirimkan semua dokumen yang dibutuhkan ke universitas yang saya tuju via EMS international Pos Indonesia, karena berat dokumen saya cuma 150gr ongkos kirimnya cukup murah, 169rb saja. Asli saya deg-degan banget karena waktunya super mepet (deadline KAIST tgl 9 Maret 2018, dan saya baru kirim dokumen tanggal 5 Maret 2018, cuma ada waktu 4 hari) kebayang kan? mana ini pertama kalinya daftar beasiswa ke luar negeri TT__TT disini saya cuma bisa pasrah dan berdoa semoga dokumen saya sampai tepat deadline, dan disinilah pertaruhan saya dimulai.

tracking document to kaist

yesh, I can’t describe how heart-breaking it was TT_TT my documents were late in arrival, and in panic state, I tried to find another university, opening their websites one by one and find out their curriculums and…. no other univ with longer deadline met my preferences /crying in despair once again/

Namun, sorenya tetiba muncul sepucuk (?) email di inbox.

KAIST email me that my documents has been well-received!!! (first email ever from KAIST)

OMG!! yesh, its from KAIST! and they said my documents has been well-received!! (overjoyed) but wait, my TOEIC Score is not in original form (not legalized and simply a copy)…. aku baru teringat aku memang cuma meng-copy TOEIC certificate ku aja, dan ga dilegalisir lagi karena kupikir sudah dalam bahasa inggris dan cuma optional document (okaaaay, my mistake… dear kalian teman-teman yang akan mendaftar KGSP batch berikutnya, tolong jangan ulangi kesalahan yg sama TT__TT). Akhirnya aku pasrah soal si TOEIC score ini, berhubung no money untuk kirim-kirim dokumen lagi kesana.

Setelah itu, aku berusaha mengumpulkan semua anak yang mendaftar ke KAIST via Univ Track di Group Chat Facebook, dan sharing-sharing disana demi kemaslahatan mental state bersama (?). Ga lama setelah itu, disuatu hari yang cerah, saya mendapatkan telepon dari no korea (*screaming internally*)

PHONE CALL FROM INDUSTRIAL DESIGN DEPT – KAIST

Ternyata telp itu dari Miss Kyoungock Roh, Staff Industrial Design Dept di KAIST, sempet ditanya bisa bahasa korea ngga, lalu kujawab jujur, saat ini baru cuma bisa sebatas salam dan sepatah-sepatah kata aja jadi better ngomong in english, oh iya englishnya si miss ini mantep lho.

beliau cuma kasih tau kalau bakal ada interview dengan salah satu professor, dan karena sang professor sedang business trip di luar negeri, jadi interview bakal via skype dan beliau jg minta aku kasih jadwal yg spesifik untuk interview ini, hari itu juga email dari beliau saya balas. Selang sehari kemudian, beliau kembali membalas email saya sebagai berikut:

Disini aku ga tau harus sedih atau happy, sedih karena berarti aku akan dinilai berdasarkan dokumen-dokumen yang sudah diberikan saja, dan happy karena lega ga harus bingung dan mikir mau jawab apa kalau ditanya2 sama professor. Kembali sharing ke anak-anak di group chat KAIST-univ track dan mereka bilang “you should be happy, no interview” hahaha. Lalu saat ini kami semua di group chat lagi bergalau ria nungguin hasil 1st round yang bakal di umumin via email dari KAIST tanggal 6 April 2018 (Jumat). Ada yg dari tadi ngitungin jam “24 hours to go guys!” “18 hours more guyss” …  aku sih kalem aja lanjut kerja (well sebenernya stress juga, trus malah puasa dan ngetik postingan ini biar ga stress nungguin pengumuman doang). well, segitu dulu sharing curcolnya, besok pas pengumuman 1st round KGSP dari KAIST keluar aku pasti bakal edit lagi postingan ini.

 

Keep your spirit up KGSP APPLICANTS!!

PRAY THE BEST FOR ME!!

 

-Adel, Jakarta, 5th April 2018 (Thu)-

 

*edit ver*

Alohaa kayaknya si KGSP ini mesti dibikin 1st attempt bukan 1st part, karenaaa aku ga lulus 1st round #ehe tanggal 6 April kemarin KAIST kirim email ke semua applicant untuk ngabarin langsung baik yang lulus maupun yang tidak. Sedih sih, tapi mungkin memang belum rejeki dan memang masih kurang persiapan, karena ternyata 2 teman di group yg terpilih udh prepare banget-banget mulai dari nyari dan menghubungi professor dari bulan sept 2017 (kgsp baru buka bulan feb 2018), bikin personal statement dan study plan yg penuh emosi dan semangat, sampai test IELTS (kalau kalian ingat keteledoran saya yg lupa mengirimkan copy sertifikat TOEIC yg DILEGALISIR DI NOTARIS, mohon jangan ditiru). Sampai saat ini saya masih ngebet ke KAIST dan mungkin bakal nyoba beasiswa professor (gonna try to follow up) ataupun KGSP tahun depan, akhir kata untuk postingan ini, Keep your spirit up! Selamat untuk kalian yg lulus 1st round dan goodluck untuk seleksi tahap-tahap berikutnya~~

 

-Adel (Jakarta, 11 April 2018 (wed))-

REVIEW AND HOW TO ORDER: JAPAN WIRELESS WIFI

Published September 15, 2017 by aderuhime

Hi Guys~
Welcome to my post again, and here is the review and how to order wifi as per request from several friends that asking about recommended wifi in Japan.

Well, I’m basically using only 1 vendor which is from japan-wireless.com during my trip in Japan, and I can easily give them 5-star for their services. The coverage is great, the internet speed is awesome, easy to order, and the most important thing is the affordable price. So, let’s start~!

 

1. THE SPECIFICATION OF PRODUCTS THAT YOU NEED

Okay, first of all, let’s find out about their products, and choose it wisely according to your needs, Please go to this link: Japan Wireless Products

and you might see this page :

jawi product page

As you see, there are 3 kinds of products that you can choose: economy package, premium package, and business package.  The differences between those packages are mostly in Speed, Price, and the battery power. I was choosing the economy package since it’s only Anggie and me that using the wifi.

It is said that the battery only lasts for 4 hours by continuous usage, but in reality, it lasts longer than the description, like 10-12 hours, and after that, you have to plug in the provided power bank to support the battery (yesh you see it right, they provided a power bank to extended your browsing-time, so you don’t have to really worried about the battery). The speed is also fast (compared to the one that I had back in Indonesia XD) and it’s really helpful since I will be back and forth opening the google map on my cell phone LOL (it’s my first time going to Japan anyway).

 

2. HOW TO ORDER?

So, You’ve found the type of product that you need? ok, it’s time to order it, please click the order page   

And you’ll see this on your screen:

order page

As you see, you have to insert some informations, such as: which type that you want to order, the pick-up date, insurance fees (I chose “no, I will take all risks for loss or damage”), approximate pick-up time, the location, etc. I’ve made it send to Narita Airport Post Office on 3rd Floor. Then, Japan Wireless sent me an email about the postage receipt number around 3-2 days before my departure to Tokyo, and I just have to show the email to the post office staff along with my passport to get my package (all you have to deal with just how to located the post office, since not many people who speak english in narita, would be great if you learn to talk in Japanese a little).

 

3. PAYMENT METHOD

I was made the payment via paypal since it is faster and safer this way. So, please don’t forget to make a paypal account before ordering.


 

Okay, That’s all you need to order a wifi unit via Japan Wireless.com

Wait, that’s all? Yupps darlie, that’s all you need, if there’s anything else you can ask me through comment section or see the steps directly from Japan wireless rental steps

Here are some photos that I’ve uploaded using wifi from Japan wireless during my stay in Japan:

View this post on Instagram

Banyak yang nanya apa aku roaming selama di jepang? Jawabannya NO Selama di jepang aku #sewa #router #wifi via japan-wireless.com dan ini recommended abis karena internetnya cepet bgt jg baterenya awet Sengaja pilih yg paket economy wifi dgn kecepatan 21Mbps dan ketahanan batere 4 jam (menurut web nya tapi menurut kita baterenya awet banget2 karena kita nyalain dari jam 7 pagi baru rewel minta dicolok ke power bank sekitar jam 7 mlm, dan dr sananya kita dikasih power bank tambahan merk xiaomi yg ternyata cepet panas n ga tahan lama 😅😅) karena perginya cm berdua jd biar patungannya jg ga terlalu berat, 6 hari cuma kena ¥5000 yen plus shipping fee (ongkir) total jadi ¥5500 atau sekitar Rp. 600.000 an ~ Kemaren aku minta jawi (japan wireless) kirim router wifi ke post office di bandara narita terminal 2, dan yg perlu kita lakukan buat pengambilan adalah kasi liat passport dan no resi yg dikirimin sm japan wireless via email +-2hr sblm tanggal keberangkatan kita disana, jangan lupa cek nama kalian di paketnya *Fyi: (post office ada di lt.3 jadi begitu sampe narita silahkan ambil lift ke lantai tiga dan susurin area sebelah kiri, krn post office ada di deretan lift tmpt kalian keluar) #reviewjapanwireless.com #sewawifi #japan #sewarouterwifi #japanwireless.com #japanwireless #recommended

A post shared by Adeline Fairyshta (@slqueenadeline) on

View this post on Instagram

"my salad days, when I was green in judgement" . . P1: ..Its cold…I keep on waiting for you on the other side but you're still not answering………… . P2 : the crowd is here, but not you… It makes me think about how we used to be… How nosy we were…how cheeky we were……………………. . P3 : Its getting colder, not the wind… It's…. here… Something within… I can feel it froze but I keep on waiting and waiting……………………….but not a single hint from you….well… . P4 : ……seems like you can't make it to myside anymore… So, what I can do just walkaway and keep on moving…. I'll travel the world and swim the oceans of people to find myself again….. Just like the blue sky find me so easily………. . . . Pictures by: @ratihanggiani #Camera : #sonyAlpha6000 Story & model by: @slqueenadeline Location: Tokyo Disney Sea #picstory #story #igstory #instastory #thatshowthestorygoes #whatgoesaroundcomesaround #saladdays #slqueenadeline #disneysea #tokyo #japan #fall2016 #december2016 #TravelAwesome

A post shared by Adeline Fairyshta (@slqueenadeline) on

Thanks for your attention and don’t forget to have fun !!~

 

xoxo

Adel

Baso tahu isi ayam-udang

Published Maret 28, 2017 by aderuhime

Liburan ngapain?
Klo kemarin share yg unyu2 sekarang share yg enak2 dulu yaa~~

Tadaah~ ❤
Baso Tahu isi ayam-udang~~
Cukup gampang karena tinggal alusin aja bumbu2 dan bahan2 utama sampai jadi adonan lalu di filing ke tahu yg udh dikerok isinya

Favourite ku sih cukup di kukus aja biar ga berminyak tapi sebagian org lbh suka sehabis di kukus trus di goreng biar lebih padat /sesuai selera aja/
.
.
.
.
Ps: kyanya bisa juga nih usaha jual tahu isi tinggal di kukus/goreng aja sesuai selera~ ada yang minat untuk pesen? XD